Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Tuesday, 24 June 2008
SKOPJE – SURYA-Wartawan satu ini benar-benar keterlaluan. Selama lima tahun terakhir ia menurunkan investigasi yang sangat menarik, lengkap, dan mendalam, tentang peristiwa pembunuhan. Laporannya selalu unggul dari wartawan lainnya. Belakangan terungkap, hasil liputannya itu memang jauh lebih lengkap karena pelaku pembunuhan ternyata dia sendiri.

Vlado Taneski, 56, wartawan asal Macedonia benar-benar bikin heboh. Wartawan senior ini ditemukan tewas di sel penjara, Senin (23/6). Dia diduga bunuh diri.
Taneski merupakan terdakwa tunggal pembunuhan dua wanita. Dia juga tengah diselidiki untuk pembunuhan seorang perempuan serta hilangnya perempuan keempat.

“Vlado Taneski bunuh diri. Dia memasukkan kepalanya ke dalam ember penuh air,” kata Ivo Kotevski, juru bicara kepolisian. Dia menambahkan, sel itu terdapat dua narapidana lainnya. Tak jelas bagaimana kedua rekan satu selnya atau penjaga tidak melihat yang dilakukannya.

Taneski merupakan wartawan kriminalitas kawakan di Utrinski Vesnik. Dia ditahan Jumat (20/6) di rumahnya di Kicevo, kota yang terletak 120 km dari ibukota Macedonia, Skopje.
Semua korban Taneski merupakan perempuan tua dan bekerja sebagai petugas kebersihan. Mereka tinggal di sekitar rumah wartawan itu di Kicevo.

Dia kemudian menulis tentang kasus pembunuhan itu. Bahkan mewawancarai keluarga korban.Polisi menjadi curiga setelah membaca tulisan-tulisan Taneski tentang kasus-kasus pembunuhan di Utrinski Vesnik, sebuah harian nasional di Macedonia. Tulisannya begitu mendetail, termasuk data yang tidak diungkap polisi kepada wartawan.

Taneski ditahan setelah tes DNA-nya ditemukan dalam sperma yang tercecer di tubuh dua korban.
“Semua korban ditemukan dalam keadaan telanjang, dicekik, dan diikat dengan kabel telepon. Mereka diperkosa dan disiksa. Misalnya, korban terakhir ditemukan dengan 13 luka dalam di tempurung kepala dan tulang rusuknya retak,” jelas Kotevski.

Tubuh korban bernama Zivana Temelkoska, 65, ditemukan pada tahun 2008. Sedang jenazah Ljubica Licoska, 56, ditemukan tahun lalu, dan Mitra Simjanoska, 64, pada 2005.
Polisi tengah menyelidiki hilangnya perempuan keempat. Perempuan 78 tahun itu hilang sejak tahun 2003. Polisi mencurigai dia juga korban Taneksi.

Keluarga korban mengatakan mereka bertemu Taneski saat wartawan itu meliput kasus-kasus kematian keempat perempuan tua itu. “Dia datang ke rumah kami. Dia menanyakan banyak hal, sampai yang kecil sekalipun,” kata Zoran Temelkoski, putra Temelkoska. “Siapa yang menyangka dia pelakunya, tetangga kami sendiri.”

Sementara Cvetanka, saudara perempuan Licoska, mengaku terkejut saat polisi mengungkap bahwa wartawan itu tersangka utama. “Saya kaget dengan hasilnya. Dia mendatangi saya dan menanyakan beberapa hal tentang saudara saya lalu mengambil fotonya,” katanya.

Polisi berteori, motif pembunuhan Taneski adalah kebencian terhadap mendian ibu kandungnya yang bekerja di rumah sakit sebagai petugas kebersihan. Semua korbannya juga berprofesi sama.
Ayah dua anak itu sebenarnya termasuk warga terhormat di lingkungannya.

Editornya di Utrinski Vesnik mengatakan kasus Taneski sangat mengejutkan. “Kami semua terguncang. Selama ini kami mengenalnya sebagai orang pendiam dan tertutup. Tapi saya tidak pernah percaya dia bisa melakukan pembunuhan itu.”

Peristiwa serupa terjadi di Polandia tahun lalu. Seorang novelis ditangkap setelah menulis novel tentang pembunuhan seorang perempuan muda. Novel itu menjadi bestseller. Belakangan baru terungkap bahwa novelis itu sendiri pelaku pembunuhan.DICUPLIK DARI KORAN SURYA..


Leave a Comment