SURABAYA | SURYA Online – Tak dimungkiri lagi bercinta merupakan aktivitas paling disukai pasangan. Apakah ia pasangan pengantin baru maupun pasangan yang sudah dikaruniai anak cucu sekalipun. Maklum, bercinta membuat seseorang awet muda. Di samping itu bercinta juga meningkatkan kualitas kehidupan. Pasalnya hormon stres yang biasanya melingkupi kehidupan bisa ditekan dan dilepaskan melalui aktivitas seks.SEX

Sayang, banyak orang yang belum terlalu ngeh dengan manfaat bercinta. Alih-alih melakukannya sebagai aktivitas yang menyenangkan, tak sedikit pasangan yang merasa ‘terpaksa’ melakoninya, hanya untuk memenuhi kewajibannya sebagai suami atau istri.
Berawal dari keterpaksaan inilah, keinginan untuk bercinta bisa hilang sama sekali. Tak hanya itu, kadang pasangan yang kurang bisa memuaskan hasrat seksual yang menggebu, bisa berujung pada menurunnya gairah bercinta. Bila ini terjadi, bukan tak mungkin pasangan lari mencari kesenangan di luar. Toh, tak ada yang ingin hal ini terjadi.

Nah, di sinilah perlunya menggali kembali gairah atau libido bercinta. Sebenarnya bukan hal yang sulit. Mengingat sudah ada beragam cara dan alternatif yang ditawarkan seksolog seantero dunia. Tinggal pandai-pandainya pasangan memanfaatkannya.

Dr Maoshing Ni, ahli pengobatan Tiongkok menuturkan, menurunnya libido pada pria biasanya kala mereka mencapai usia 50 tahun. Di samping gairah seks yang menurun, kadang disertai ketidakmampuan ereksi atau ejakulasi dini. Maklum, pasokan darah ke penis pria semakin menurun dengan bertambahnya usia mereka.

“Bagi sebagian besar pria, olahraga dan latihan fisik yang mereka lakukan bisa meningkatkan hormon testosteron dan membangun kepercayaan diri,” tutur Dr Mao. Secara klinis, olahraga bisa mendongkrak aktivitas seksual seseorang. Setidaknya dengan 30 menit berjalan, berlari atau latihan lainnya, dikombinasi dengna tai chi atau qigong untuk mendapatkan hasil maksimal. Senam Kegel bisa dimanfaatkan untuk memperkuat otot panggul.

Meski demikian, ada beberapa syarat untuk mencapai hal tersebut. Di antaranya mengurangi tingkat stres, tidur yang cukup dan mengonsumsi makanan yang banyak mengandung seng. Biasanya paling banyak terdapat dalam buncis, kacang Brasil, kacang mente, maupun tiram.

“Terkadang untuk mengembalikan libidonya, pria mengonsumsi obat semacam viagra. Meski bisa mengobarkan gairah, namun bagaimana dengan efek samping obat-obatan tersebut,” urainya. Daripada mengonsumsi obat-obat semacam viagra yang belum pasti efek sampingnya, Dr Mao memberikan resep ‘viagra natural’ yang terbuat dari tanaman herbal. Ia menyebutnya dragon male formula. Viagra ala Dr Mao ini bisa mengembalikan fungsi testikel, sirkulasi dan sistem hormonal, terbuat dari campuran tanduk rusa, akar ginseng, akar morinda, akar senega China, dan rumput liar.

Saling Sentuh
Gaya hidup tak sehat pun bisa berpengaruh pada menurunnya libido, seperti merokok, jarang berolahraga atau diet berlebihan. “Stres, depresi, konflik dengan pasangan, rasa rendah diri maupun kesulitan mencapai orgasme, bisa menjadi pemicu penurunan libido,” terang Dr Mao.
Saling menyentuh dengan emosi dan berhubungan baik dengan pasangan merupakan salah satu cara mengembalikan libido. Di samping, meminimalisir tingkat stres, mengubah gaya hidup, berkomunikasi dengan pasangan bisa meningkatkan kualitas keintiman di antara keduanya.

Mencoba posisi seks yang baru pun dinilai bisa kembali memantik bara asmara. Toh, tak satupun pasangan yang ingin terus-terusan menggunakan posisi misionaris saat bercinta. Tak ada salahnya menjajal posisi baru untuk mencapai kepuasan maksimal.

Dr Mao juga memberikan resep ramuan herbal feminine desire, yang terbuat dari campuran rumput liar, dong quai, yam, ginseng, minyak adas pedas, jahe dan kunyit. “Ramuan ini bisa membantu meningkatkan vitalitas, energi, dan hasrat alami,” pungkasnya. titis jatipermata


Leave a Comment