Dua TKW Kalsel Menunggu Pancung di Arab Saudi

TAPIN – Ironis dan tragis. Awalnya ingin mengais rezeki di Arab Saudi, tetapi kini menunggu detik-detik hukuman pancung. Itulah yang dialami dua TKW asal Kalsel; Aminah binti H Budi dan Darmawati binti Tarjana. Aminah adalah warga Tapin, sedangkan Darmawati warga Martapura yang saat berangkat menggunakan KTP Desa Tapin.

Keduanya sejak lima tahun lalu meringkuk di penjara karena kasus dugaan pembunuhan. Seperti diketahui, enan orang WNI asal Kalsel menanti hukuman kisas (pancung) di Arab Saudi. Dua di antaranya dari Kabupaten Tapin.

Aminah berasal dari Desa Banua Padang Hilir RT 03 Kecamatan Bungur. Rabu (29/4), saat mendatangi alamat itu, Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group) berhasil menemui kakak perempuan dia yang ternyata juga bernama Aminah, yang sehari-hari bekerja sebagai petani.

Kepada wartawan, Aminah mengatakan bahwa sejak lima tahun lalu sudah mengetahui adiknya tersangkut masalah hukum di Arab Saudi. Kepergian Aminah (sang adik) menjadi TKI di Arab Saudi sejak sepuluh tahun lalu. ”Dia terlibat kasus pembunuhan di sana,” kata sang kakak terlihat sedih.

Menurut Aminah, waktu itu keluarga sebenarnya sudah berusaha mengurus keringanan hukuman adiknya. Namun karena kurang biaya, akhirnya mereka tak bisa apa-apa. Keluarganya hanya bisa pasrah hingga akhirnya kasus yang menimpa Aminah mencuat setelah lima tahun.

”Meski demikian, kami tetap berharap agar vonis dapat diringankan dan ading (adik) bisa pulang meski tanpa membawa hasil dari perantauan,” katanya dengan wajah sedih.

Kepala Dinas Sosial Penduduk Tenaga Kerja Transmigrasi Kabupaten Tapin mengatakan, kedua tenaga kerja wanita (TKW) yang terancam hukuman mati di Arab Saudi diduga berangkat melalui sponsor yang tidak resmi (ilegal). Karena itu, pihaknya hingga kini masih kesulitan mencari data kedua orang tersebut.

Aminah terancam hukum kisas karena keluarga korban yang juga warga Tapin tak memberikan maaf kepada si pelaku. Awalnya Aminah bisa mendapatkan maaf dari keluarga korban. “Waktu itu keluarga korban meminta syarat agar mereka dapat melihat jasad korban ke Arab Saudi dengan biaya ditanggung si pelaku maupun keluarganya. Namun tak bisa dipenuhi,” ujarnya. (jpnn/end)

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: