Politisi Cabuli Mahasiswi

free dolar ngeblog dapat dolar

Versi Korban, Look Makhfud Perlakukan Tak Senonoh pada Payudara

MALANG – Citra wakil rakyat yang disandang Lookh Makhfud tercoreng. Politisi asal PAN ini kemarin dilaporkan ke Polresta Malang dengan tuduhan pencabulan terhadap Mawar, 18, warga Jl Kepuh, Sukun. Perbuatan itu dilakukan pada Sabtu (5/12) di rumah Makhfud Jl KH Sofyan Yusuf 32 Kedungkandang pukul 10.30.

Mawar, bukan nama sebenarnya, mengaku tidak pernah menyangka bahwa kejadian itu bakal menimpa dirinya. Dia menceritakan, niatnya ke rumah Makhfud adalah berobat. Karena selama ini anggota dewan yang juga pengasuh Ponpes Al Munawarah itu terkenal sebagai ahli rukyah. “Selama ini saya sulit tidur. Pikiran selalu resah. Tetangga menyarankan agar saya rukyah,” ungkapnya ketika ditemui ssat melaporkan kasus ini kemarin.

Karena itu, begitu tetangganya menawarkan diri untuk mengantarkan ke rumah Makhfud, gadis yang tercatat sebagai mahasiswi semesar I di PTN Kota Malang ini tidak menolak. Begitu tiba di kompleks perguruan Al Munawarah, Mawar bersama tetangganya langsung masuk ke ruang tamu rumah Makhfud. “Saat itu kami langsung disuruh masuk. Tapi, tetangga saya disuruh keluar untuk membeli air minum,” kata dia.

Begitu si tetangga keluar, pintu ruang tamu langsung ditutup. Begitu juga dengan korden yang menutup jendela. Nah, saat itulah diduga aksi tak senonoh dilakukan Makhfud. Pelaku Makhfud, menurut dia, meminta menutup matanya. Lalu di kedua telinganya dipasang alat bantu untuk menyimak lantunan ayat-ayat Alquran.

Alasannya, itu adalah prosesi sebelum rukyah dilakukan. Lantas pelaku menjelaskan bahwa sumber ketidaktenangan korban selama ini berada pada payudara. Dalam kondisi mata tertutup itu, kemudian pelaku membuka kancing baju korban dan mengulum payudara Mawar. Aksi tersebut dilakukan tidak lebih dari lima menit. “Saya ketakutan sehingga tidak bisa berbuat apa-apa. Apalagi saat itu tidak ada orang sama sekali,” katanya lirih.

Merasa tak bisa berbuat apa-apa, saat itu Mawar memilih diam. Begitupula ketika si tetangga kembali lagi dari membeli air minum. “Saya baru berani cerita pada ibu di rumah. Lalu tadi pagi (kemarin pagi) saya diajak ibu dan paman (adik dari bapak Mawar) lapor polisi,” urai gadis berkulit kuning langsat itu.

Paman Mawar yang wanti-wanti tidak dikorankan namanya mengaku sangat kaget dengan kejadian yang menimpa putrinya. “Kok bisa-bisanya seorang pimpinan pesantren, bahkan anggota dewan berbuat cabul,” katanya dengan nada emosi.

Karena itu, begitu mendengar kabar bahwa anaknya diperlakukan tak senonoh, dia langsung meluncur dari Surabaya dan langsung menuju rumah Makhfud. Pertemuan itu terjadi sekitar pukul 10.00. Saat itu juga dia dan ibu Mawar menginterogasi Makhfud. “Saya tanya apakah benar dia mencabuli anak saya. Makhfud mengakui dan sempat minta maaf,” ujarnya.

Pernyataan khilaf Makhfud itu juga dituangkan dalam selembar kertas. Isinya, menyatakan diri bahwa telah khilaf melakukan pencabulan terhadap Mawar. “Secara pribadi saya maafkan. Tapi proses ini tetap berlanjut ke meja hijau,” tambah anggota TNI AL berpangkat kolonel tersebut.

Sementara itu, kasus tersebut kemarin langsung ditindaklanjuti Polresta Malang. Sekitar pukul 16.30, Kanit Idik II Aiptu Bambang Heriyanta dan anggota Unit PPA (perlindungan perempuan dan anak) Bripka Dedek Kurnia Sebayang serta beberapa anggota langsung meluncur ke rumah pelaku.

Sayang, sampai di sana Makhfud tidak ada sehingga rombongan diterima isteri Makhfud. “Bapak tidak ada,” katanya. Sejurus kemudian Bambang meminta izin berbicara empat mata pada isteri Makhfud sembari menyerahkan surat pemanggilan pemeriksaan.

Pembicaraan tersebut dilakukan di ruang tamu yang juga TKP (tempat kejadian perkara). Entah apa yang mereka bicarakan, karena sesaat kemudian keduanya menuju lantai II kompleks pesantren. “Maaf, kepala pusing,” ujar istri Makhfud singkat saat dimintai keterangan.

Wanita parobaya itu lalu masuk ke dalam dapur dan terdengar suara tangisan cukup keras. Bambang menegaskan, kasus ini akan terus diproses. “Besok pagi (pagi ini) kami akan kembali mendatangi rumah Makhfud,” kata Bambang.

Sementara itu, Kapolresta Malang AKPB Daniel TM Silitonga membenarkan tentang kasus pencabulan dengan terlapor Lookh Makhfud. Laporan itu masuk ke unit PPA Polresta Malang pukul 15.00 nomor K/LP/1425/XII/2009 dengan ancaman pasal 295 KUHP. “Laporan itu masuk Polresta Sabtu sore. Bentuknya tindakan pencabulan dengan membuka kancing baju saat dilakukan pengobatan,” ungkap Daniel.

Bahkan setelah membuka kancing baju itu, lanjut Daniel, pelaku sempat meraba dan mengulum payudara korban. Tapi, tidak sampai terjadi hubungan seksual. “Sampai saat ini terlapor belum bisa dikatakan sebagai tersangka, karena alat buktinya hanya dari pengakuan pelapor saja,” tandas dia.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Lookh Makhfud tidak bisa dihubungi. Beberapa kali ada nada sambung pada HP-nya, namun tidak ada jawaban,. Informasinya, Makhfud menemui seorang pengacara untuk mendampingi dalam kasus ini. (nen/ziz)


BUKTIIN KALAU GAK PERCAYA

Iklan

Tag:

About zee sinon

PEACE AND LONE

One response to “Politisi Cabuli Mahasiswi”

  1. zaki syuhada says :

    ustad saya malu mendengar kabar itu,dulu ustadz yang ngajarin solat, dan beramal sholeh serta menjauhi maksiat,tapi sekarang???????????,klo kabar itu benar rasa sungkan saya ma ustdz hancur leburrrrr,klo kabar itu salah brarti ustadz harus koreksi diri barangkali itu teguran dari Allah.sapa kecewa dari santri ustand arek brongkal gondang legi.istifar tobat njalok sepuro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s